Waktu itu jam 7 malam lewat, saya tidak tahu pasti. Mungkin sudah jam 8 malam. Yang saya pikirkan waktu itu saya belum salat isya. Kami menumpang angkot 02 jurusan sukasari menuju bubulak karena truk yang membawa kami turun gunung tidak melewati kampus kami. seperti biasa jalan di bogor basah meresap hujan yang memberi rizki kota bogor. udara memang dingin dan menggigit, apalagi kami masih mengenakan pakaian yang basah karena berhujan ria diaatas truk bak terbuka membuat dingin semakin membekukan syaraf.
Saya memutuskan untuk turun di daerah paledang, jalan dekat bank BNI juanda, karena sugriono saya titipkan di kantor salah satu partai politik di dekat sana. Saya percaya mereka karena mereka orang yang amanah, serta peduli dan tetap menjaga profesionalitasnya.
Saya tak sadar saya telah berdiri di spot yang sama ketika saya sering mengagumi sang raksasa yang saya pikir dahulu tak tertaklukkan. Namun kali ini terasa berbeda, saya baru saja menyapanya. Baru saja bercengkerama lebih dari 2 malam di geliginya. Menghabiskan subuh terbenam di lumpurnya. Dan bercanda dengan puncaknya.
Kali ini lebih terasa berbeda karena saya mengamati saat malam datang. Saat cahaya tak segarang siang. Seakaan semua menunduk syahdu pada bulan dan bintang. Pada gelapnya yang mencekaat sunyi. Begitu pula sang tak tertaklukkan.
Gunung itu berubah dari raksasa angkuh menjelma menjadi lautan bintang. Masih terlihat siluet puncaknya meskipun gelap. Masih tersisa gagahnya meskipun terhadang pekatnya kabut. Masih tersisa. Masih tersisa, masih tersisa kenanangannya yang tak terlupakan.
Saat ini tengoklah ke sana kawan, akan kau lihat dia teduh menyapa. Menggenggam rumah-rumah kecil yang nyaman di hatinya. berkata seolah merindumu kembali menyapa puncaknya. Dan sayapun yakin bahwa kenangan denggannya adalah salah satu puncak yang tak pernah terhapus dari memori.
....
Setelah gunung nyata yang kita daki maka bukanlah kesulitan bila kita hanya menaklukkan gunungan rasa malas untuk berangkat kuliah. Bukanlah kerugian bila kita melangkahi gunungan rasa takut untuk melangkah menuju hari depan yang lebih pasti. Bukanlah kekerdilan bila kita melompati gunungan rasa ragu untuk bermimpi.
Saatnya mengalahkan gunungmu sendiri kawan. Bangkit dan gapailah bintang.
MENUJU PUNCAK (7) : tak terlupakan
Posted by fikri_pyusurat cinta dari laboratorium
Posted by fikri_pyu dear all, ini adalah salah satu surat cinta imajiner yang rencananya akan saya kirimkan untuk istri saya(nanti)
check it out :
Assalamualaikum cinta,
Bintang kejoraku, semoga surat ini mendapatimu dalam keadaan bahagia dan bercahaya.
Saat ini aku dibeningkan laksana minyak yang telah melalui proses bleaching menggunakan bentonite dan altapulgit. Meskipun begitu aku sadar bahwa warna cinta ini telah memerahkan hatiku hingga bleaching agent manapun tidak dapat menyerap warna ini. bahkan karbon aktif yang telah di kalsinasi hingga suhu tiga kali lipat air mendidih, 300 derajat, tak dapat mengerat rasa cinta ini.
Aku merasa linglung. Otakku serasa ditaruh dalam sentrifuse yang berputar dalam kecepatan seratus ribu RPM. Menciptakan efek grafitasi sehingga mampu mengendapkan akal sehatku.
Semua hanya karena tarikan dari renyah senyummu yang seakaan di goreng dengan vacuum frying.
Musim semiku, yang membunga sakura di setiap masa
Aku berharap suatu saat nanti kita menjadi satu. Tidak terpisahkan oleh panas dan tekanan karena konsentrasi cinta kita telah sampai pada titik azeotropik pada ethanol 95%. Titik dimana air tidak dapat lagi dipisahkan dengan ethanol dengan cara distilasi. Biarlah kematian menyerap sisa cinta kita. serupa dengan batu zeolit yang menyerap 5 % air pada campuran azeotropik tadi.
Aku tahu Satu hal yang pasti Cinta kita tidak muncul begitu saja. Cinta kita ini laksana kopi, setelah dipanaskan dalam sangrai, diaduk, ditumbuk, dan disiram air panas barulah keluar aromanya. Sedap robusta yang memicu adrenalin dan memaksa jantung ini berpacu lebih cepat sehingga setiap sel dipaksa bekerja lebih keras, termasuk mataku yang terbuka untuk terus begadang, tidak bisa tidur memikirkan tarikan senyummu.
Denganmu aku meredefinisi piramida kebutuhan maslow bahwa kebutuhan yang terdasar adalah pertemuan denganmu.
Embun pagiku yang menebar segar pada sinar,
Seperti halnya santan. Berada jauh darimu dan bekerja dengan orang-orang yang tidak sepenuhnya menyenangkan bagaikan menjadi droplet minyak dalam air. Hanya impian-impianmun untuk hidup lebih baik dan berguna yang menjadi protein lechitin bagiku. Emulsifier Lechitin yang menjaga droplet minyak nyaman berada dalam larutan penuh air.
Aku harap suatu saat nanti cintamu tidak memanas dan membuat emulsifier kita putus layaknya albumin, globulin dan protamin dalam santan yang hilang karena suhu yang tinggi. lalu kemudian meninggalkan minyak bersama galendo, sang tahi minyak. Jangan pernah cinta, jangan pernah matahari terbitku.
Disini aku jua tidak membiarkan diriku menukar ikatan esterku dengan methanol seperti reaksi esterifikasi minyak sawit dengan methanol yang membuat biodiesel. Tak jua dengan katalis natrium hidroksida paling kuat.
Lentera kemudiku, yang memberi terang pada padang ilalang
I know my words are cold and flat, and you deserve more than that,
Semoga surat ini menjadi agent fiksatif seperti minyak nilam yang membuat cinta kita tetap mewangi seperti parfum channel dan bvlgary hingga kita bersua lagi di rumah kecil dunia kita.
Love u as always. xxx
Wassalamualaikum.
Luar negeri, 15 agustus 2012
kakangmu, yang tak pernah jemu mencintamu
pelajaran dari menjemput matahari(3)
Posted by fikri_pyuwaktu itu jam 10 malam ketika kami berlatih angklung di taman bermain di dekat hotel tempat kami menginap. tak dinyana dan tak diduga. datanglah kawan kawan kami dari thailand dan jepang. mereka adalah salah satu delegasi yang paling bersahabat dengan kami karena banyak berdiskusi dan bercanda dalam berbagai kesempatan selama pertemuan international kami kali itu.
saat itu di tangan mereka sudah tergenggam satu kaleng bir, entah kaleng ke berapa yang mereka habiskn malam itu. yang jelas, kesadaran mereka sudah tdak utuh. mereka lalu menghampiri kami.
kami yang memang sudah berencana pulang jam 10 malam sudah mengemasi angklung dan gitar kami. namun atas nama kesopanan kami melayani mereka yang sudah ditinggal setengah kesadarannya itu menyanyi satu dua lagu.
disitulah puncaknya. kami yang moslem ini malah bergabung dengan pemabuk dan menghibur mereka. dimana iman terkecil dari hati ini berada saat melihat kemaksiaatan dan tak ada sedikitpun resitansi kami. bahkan hanya dalam hati. bahkan hanya dalam hati. astaghfirullah....
salah satu ciri orang yang baik adalah orang senantiasa ingin berbuat kebaikan bila ada disekitarnya, atau setidaknya orang akan sungkan bila harus bermaksiat dihadapannya, namun saya. sungguh tidak beruntung, saya malah membantu mereka dalam kemaksiatan. dimana iman itu kawan, dimana islam itu, dimana? apakah sudah terbang bersama aroma alkohol yang meyeruak itu.
waktu itu saya tidak mabuk, namun hati ini tahu ada yang tidak beres di sana. ada yang miss di sana.
...
malam itu setelah saya menerima teguran yang lembut dari kawan saya itu, saya tidur larut. sampai jam 3 pagi saya masih terbangun. memikirkan apa saja yang telah saya perbuat selama saya disana.
atas nama kesopanan saya menjabat kawan yang bukan muhrim saya, saya sedikit kurang perhatian dengan kehalalan makanan saya, saya...saya... dan banyak lagi hal yang seharusnya bisa saya lakukan lebih baik.
hem...
perjalanan memang bagian dari pelajaran hidup yang paling mulia. tampaannya membekas kuat di wajah saya hingga saya menginjak kembali indonesia.
pada mulanya saya sempat mengurungkan niat untuk lanjut belajar di luar negeri karena alasan ini. namun saat ini justru saya tekadkan untuk lanjut di luar negeri dan membawa islam sebagai identitas yang damai dan teduh.
sehingga saya akan berkata dingan bangga pada dunia "isyhadu bianna musliman","saksikanlah bahwa aku adalah seoran muslim"
pelajaran dari menjemput matahari(2)
Posted by fikri_pyusalah satu 'tamparan' yang paling keras saya rasakan adalah nasehat dari sahabat yang begitu perhatian dengan kami semua. sebelum membanting pintu hotelnya keras-keras tengah malam waktu itu beliau sempat berkata pada saya :
"saya g nyangka kaka seperti itu, saya ilfill sama kaka" linangan air mata mengikuti derasnya kata-kata yang keluar dari mulutnya.
saya mengerti artinya menjaga arti kata "saksikan bahwa saya moslem",
mengatakan bahwa saya moslem adalah suatu hal yang luar biasa tanggung jawabnya. disatu sisi kita harus bisa menapakkan wajah islam yang hangat dan bersahabat, yang menjadi jawaban bagi permasalahan alam. wajah itu harus kita tampilkan ditengah deraan informasi yang salah mengenai islam
di sisi lain kita juga harus bisa menjaga izzah kita dengan tidak larut dalam pergaulan yang salah dan mengikuti budaya yang tidak sesuai dengan kita. kita juga harus punya identitas yang kuat bahwa kita ini moslem. berada ditengah2 tarikan kuat dua arus itu adalah seni tersendiri yang menurut saya harus dipunyai oleh setiap orang yang berani mengucap syahadat.
saya mengagumi seorang sahabat seperti mas nawawi. beliau sudah 3 tahun tinggal di jepang. sering bertindak sebagai imam dan khatib satu-satunya masjid di kota tsu. mie perfecture. berperan sebagai DKM, yang menurut beliau singkatan dari dewan koboi masjid sehingga ucapannya diperhatikan oleh muslim-muslim dari negara lain seperti pakistan dan bangladesh. namanya juga jaminan mutu bagi kawan-kawan indonesia yang ingin berhubungan dengan pihak tuan rumah jepang karena kebaikan hatinya dan keluasan jiwanya. mas nawawi adalah salah satu contoh baik bagi penerapan identitas yang tidak melewati kutub ekstrimis dan masih diterima di setiap ruang publik.
hal yang saya lakukan adalah kebalikan dari mas nawawi.
saya ingin sekali menampilkan wajah yang bersahabat bagi semua orang. bahkan menurut sahabat saya tadi, terlepas dari keadaannya yang emosional, saya telah terlepas dari identitas saya dan meniggalkan keislaman saya.
waktu itu jam 10 malam ketika kami berlatih angklung di taman bermain di dekat hotel tempat kami menginap. tak dinyana dan tak diduga. datanglah kawan kawan kami dari thailand dan jepang. mereka adalah salah satu delegasi yang paling bersahabat dengan kami karena banyak berdiskusi dan bercanda dalam berbagai kesempatan selama pertemuan international kami kali itu.
saat itu di tangan mereka sudah tergenggam satu kaleng bir, entah kaleng ke berapa yang mereka habiskn malam itu. yang jelas, kesadaran mereka sudah tdak utuh. mereka lalu menghampiri kami.
kira-kira apa yang akan kau lakukan jika kalian jadi kami?
apa yang kami lakuakan akan saya sambung di cerita selanjutnya, semoga masih betah mengikuti....
pelajaran dari menjemput matahari(1)
Posted by fikri_pyuperjalanan pertama ke luar negeri selalu berkesan, selalu berkesan.begitu pula dengan perjalanan saya ke jepang yang saya sebut sebagi perjalanan menjemput matahari, perjalanan mempunyai tabiat yang sama dengan kehidupan, guru yang terbaik, dia memberikan ujian dahulu, tamparan bahkan, lalu baru kemudian memberikan kita pelajaran.
perjalanan ke luar negeri berarti mengahadapi komunitas yang benar2 berbeda. perubahan dari mayoritas menjadi minoritas merupakan perbedaan yang tidak main-main.
di indonesia saya adalah orang berkulit sawo matang, yang merupakan mayoritas. saya juga merupakan suku jawa yang tinggal di jawa, mayoritas lagi. berada pada kondisi ekonomi yang tidak terlampau tinggi, mayoritas lagi. tinggal di kawasan yang mayoritas dan hal-hal yang membuat kita tampak sangat biasa dan tidak istimiwa.
begitu kita menginjak kaki di luar negeri maka kulit kita yang berwrna sawo kematengan, bahasa yang unik serta karakter yang berbeda langsung menjadi daya tarik tersendiri. dalam hati saya langsung merasakan bagaimana rasanya menjadi bule yang jalan di tengah pasar bogor. pusat perhatian.
maka segala tindak tanduk kita akan menjadi representasi dari bangsa kita. maka setiap gerak langkah kita ada, tanpa bermaksud melebih2kan, ada nama bangsa jadi taruhan. thats real. orang bisa aja bilang orang indonesia suka ngupil hanya karena mendapati kita sering memegang ujung hidung terlampau sering. orang juga bisa menganalogikan bahwa indonesia tepat waktu karena selalu hadir lebih dulu setiap ada pertemuan. padahal kita hanya datang lebih awal karena salah jadwal kereta.
so, menjaga setiap tingkah laku kita adalah suatu keharusan. namun fitrah perjalanan berkata lain. karena dalam perjalanan kita cenderung memunculkan kebiasaan kebiasaan yang biasanya tidak kita lakukan hanya karena kita merasa bebas. maka mengutip salah satu hadist rasul, sensei kami Dr rimbawan mengatakan bahwa bila kita ingin mengenal seseorang maka ajaklah dia dalam perjaanan, karena sifat aslinya akan muncul.
salah satu 'tamparan' yang paling keras saya rasakan adalah nasehat dari sahabat yang begitu perhatian dengan kami semua. sebelum membanting pintu hotelnya keras-keras tengah malam waktu itu beliau sempat berkata pada saya :
"saya g nyangka kaka seperti itu, saya ilfill sama kaka" linangan air mata mengikuti derasnya kata-kata yang keluar dari mulutnya.
saya mengerti artinya menjaga arti kata "saksikan bahwa saya moslem",
apa yang menyebabkan sahabat itu berkata demikian akan saya ceritakan dalam postingan berikutnya...
khutbah ramadhan rasul
Posted by fikri_pyuWahai manusia!
Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu ALLAH dan dimuliakan oleh-Nya.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo'a pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;
Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka
memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia!
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah!
Allah ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia!
Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia!
Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau embantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini,
Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunatdi bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.
Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia!
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul mukminin berkata: "Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".
Marhaban Yaa Ramadhan......